Sejarah Singkat

Profil Yayasan An – Nashr

Sejarah Singkat Masjid An Nashr

     Berdirinya Yayasan An-Nashr berawal dari keberadaan Masjid An-Nashr yang disediakan oleh PT Jaya Real Property sebagai pegembangan kawasan Bintaro, bagi warga muslim khususnya warga Bintaro Jaya Sektor 5. Setiap bulan Ramadhan sebelum masjid An-Nashr didirikan, warga mengadakan kegiatan tarling (tarawih keliling) yaitu melaksanakan kegiatan Sholat Tarawih Ramadhan yang berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya.

     Para jamaah  yang mengikuti tarling sepakat, bahwa lingkungan perumahaan Bintaro Jaya Sektor 5 harus mempunyai masjid sebagai tempat ibadah tetap dan tidak berpindah-pindah. Berdasarkan kesepakatan tersebut, jamaah tarling dan warga Bintaro Jaya Sektor 5 melakukan penggalangan dana, akhirnya terkumpul sejumlah dana untuk membeli sebidang tanah seluas 1000 m2 di luar perumahan Bintaro Jaya. Tanah tersebut terletak dibelakang tembok yang membatasi perumahan Bintaro Jaya dengan perumahan penduduk yaitu Jalan Puyung Timur. Setelah mempunyai tanah tersebut, warga memberitahu dan mengajukan ijin pembangunan masjid kepada PT Jaya Real Property.

         Kesungguhan warga untuk mempunyai masjid di Bintaro Jaya Sektor 5, ditanggapi oleh PT Jaya Real Property dengan membangun sebuah masjid di tanah fasilitas sosial dan fasilitas umum seluas 2.900 m2 yang telah diserahkan PT Jaya Real Property kepada Pemerintahan kabupaten Tangerang, terletak di Jalan Bintaro Utama Sektor 5. Bagi warga muslim Bintaro Jaya Sektor 5 adanya masjid ini merupakan benar-benar pertolongan Allah, mengingat lokasi dan luas tanah tempat masjid yang dibangunkan, jauh lebih baik dan lebih luas dari tanah 1.000 m2 yang ada.

        Pada awal tahun 1997 masjid tersebut sudah dapat dioperasikan dengan nama Masjid Bintaro Jaya Sektor 5, dan pada bulan Meu tahun 1997 PT Jaya Real Property secara resmi mengeluarkan Surat Rekomendasi Pengurus masjid tersebut. Berdasarkan hasil musyawarah tokoh-tokoh masyrakat Bintaro Jaya Sektor 5, antara lain Prof.KH.M.Ali Yafie, mengusulkan perubahan nama masjid tersebut menjadi “Masjid An-Nashr”, nama ini disepakati untuk mengingat sejarah keberadaan masjid tersebut.

      An-Nashr adalah nama salah satu surah dalam Al-Qur’an yang berarti “Pertolongan”, sehingga masjid ini menjadi tempat saling tolong menolong dan ukhuwah Islamiyah warga muslim BIntaro Jaya Sektor 5 serta umat Islam yang lebih luas.

       Dalam Rangka meningkatkan kinerja dan peran Masjid An-Nasr bagi umat, maka pada bulan September 2003 didirikan Yayasan An-Nashr oleh tokoh-tokoh masyarakat Bintaro Jaya Sektor 5. Yayasan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Rebuplik Indonesia Nomor: C-84.HT.01.02.TH 2004 pada tanggal 05 Pebruari 2004.